Kegiatan BAZNAS

BAZNAS Sumbawa Silaturrahmi ke Dinas PMD, Bahas Penguatan Peran Desa dalam Optimalisasi Pengumpulan

🕒 13:18:45 WIB
⏱️ 4 menit baca
👁️ 35 kali dikunjungi

Sumbawa Besar, 23 Juni 2026 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat sinergi dengan berbagai instansi pemerintah daerah dalam upaya mengoptimalkan pengumpulan dan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kabupaten Sumbawa. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturrahmi dan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumbawa yang dilaksanakan pada Selasa (23/6/2026) di Ruang Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi strategis antara BAZNAS Kabupaten Sumbawa dan pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat peran pemerintah desa serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa sebagai ujung tombak gerakan sadar zakat di tengah masyarakat.

Rombongan BAZNAS Kabupaten Sumbawa dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov., didampingi Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Sumbawa, M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si., Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. Supriyadi, MHI., serta beberapa staf amil BAZNAS Kabupaten Sumbawa.

Kedatangan rombongan BAZNAS Sumbawa disambut oleh Kabid Penataan Desa dan Pemanfaatan SDA, Mochlis Dompasanow, ST., serta Kabid Administrasi Pemerintahan Desa, Hendra Irawan, ST.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari Dinas PMD Kabupaten Sumbawa. Ia menegaskan bahwa penguatan kolaborasi dengan pemerintah desa menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

"BAZNAS Kabupaten Sumbawa sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah desa dan Dinas PMD dalam memperkuat gerakan sadar zakat di tingkat desa. Karena desa adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jika UPZ desa berjalan optimal, maka potensi ZIS di Kabupaten Sumbawa dapat tergali secara maksimal dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat," ungkapnya.

Syukri juga menambahkan bahwa pengelolaan ZIS yang terstruktur melalui UPZ desa akan sangat membantu dalam mempercepat penyaluran program-program BAZNAS, terutama yang menyentuh masyarakat kurang mampu di wilayah pedesaan.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si., dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya penguatan kelembagaan UPZ desa sebagai bagian dari strategi optimalisasi pengumpulan ZIS di Kabupaten Sumbawa.

Menurutnya, masih terdapat potensi ZIS yang besar di tingkat desa yang belum tergarap secara maksimal. Oleh karena itu, sinergi dengan Dinas PMD menjadi sangat penting dalam melakukan pembinaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas UPZ desa agar dapat bekerja lebih efektif.

"Kami melihat bahwa desa memiliki potensi yang sangat besar dalam pengumpulan ZIS. Dengan adanya UPZ desa yang aktif dan terkoordinasi dengan baik, maka gerakan zakat dapat tumbuh lebih kuat dari bawah. Ini juga akan mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Penataan Desa dan Pemanfaatan SDA, Mochlis Dompasanow, ST., menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan langkah yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat pengelolaan ZIS berbasis desa. Ia menilai bahwa program tersebut sangat sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola desa yang lebih mandiri dan berdaya.

"Kami menyambut baik upaya BAZNAS Sumbawa dalam mengoptimalkan peran desa melalui UPZ. Ini merupakan langkah yang sangat positif karena desa memang memiliki posisi strategis dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kami siap mendukung penguatan koordinasi dan pembinaan agar UPZ desa dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Administrasi Pemerintahan Desa, Hendra Irawan, ST., juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan BAZNAS dalam membangun kesadaran masyarakat terkait zakat.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan ZIS, tetapi juga pada peningkatan pemahaman masyarakat tentang pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

"Kami sangat mendukung langkah BAZNAS dalam memperkuat peran UPZ desa. Harapannya, sinergi ini tidak hanya meningkatkan pengumpulan ZIS, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa zakat memiliki peran penting dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan," ungkapnya.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana hangat dan komunikatif tersebut juga membahas berbagai strategi penguatan UPZ desa, mulai dari aspek kelembagaan, pendataan muzakki, hingga mekanisme pelaporan dan penyaluran dana ZIS agar lebih transparan dan akuntabel.

Melalui kegiatan silaturrahmi ini, BAZNAS Kabupaten Sumbawa dan Dinas PMD Kabupaten Sumbawa sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam rangka mengoptimalkan pengumpulan ZIS serta memperluas gerakan sadar zakat di tingkat desa.

Diharapkan, sinergi ini dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran desa sebagai pusat pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan ZIS yang profesional, transparan, dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa.

Rekomendasi Untuk Anda