Sumbawa — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa terus memperkuat peran strategisnya dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui kegiatan sosialisasi kepada berbagai elemen masyarakat. Kali ini, sosialisasi pengoptimalan ZIS dilaksanakan pada kegiatan Silaturahmi Akbar Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumbawa yang diselenggarakan oleh DPD PERHIPTANI Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Aula BPP Kecamatan Sumbawa, dan dihadiri oleh para penyuluh pertanian dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa. Suasana acara berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan, sekaligus menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PERHIPTANI Kabupaten Sumbawa menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi ini merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan antar penyuluh sekaligus meningkatkan kapasitas dan peran mereka dalam mendukung pembangunan pertanian di daerah. Ia juga mengapresiasi kehadiran BAZNAS yang dinilai memberikan wawasan baru terkait peran zakat dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, para penyuluh tidak hanya fokus pada peningkatan produksi pertanian, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan sosial, termasuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutan dari KATIMKER (Ketua Tim Kerja), disampaikan bahwa penyuluh pertanian memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak di lapangan. Oleh karena itu, sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS, menjadi langkah penting dalam mendorong kesejahteraan petani secara menyeluruh.
“Penyuluh bukan hanya pendamping teknis, tetapi juga agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan pemahaman yang baik tentang ZIS, penyuluh dapat turut mendorong kesadaran sosial di kalangan petani,” ungkapnya.
Dalam sesi sosialisasi, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa memaparkan pentingnya optimalisasi pengelolaan ZIS melalui lembaga resmi. Ia menjelaskan bahwa zakat yang dihimpun oleh BAZNAS dikelola secara profesional dan disalurkan ke berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Sumbawa kami kelola dengan sebaik-baiknya ke dalam berbagai kategori program, seperti bantuan kesehatan, bantuan proposal, bantuan modal usaha, bantuan pendidikan, bantuan untuk masjid, dan program sosial lainnya,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa alasan utama pengelolaan zakat melalui BAZNAS adalah karena prinsip pengelolaan yang amanah, transparan, dan akuntabel, sehingga masyarakat tidak perlu ragu dalam menyalurkan ZIS melalui lembaga resmi.
Selain itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa juga berpesan secara khusus kepada para penyuluh pertanian yang hadir. Ia berharap para penyuluh dapat menjadi contoh sekaligus penggerak di tengah masyarakat.
“Jika Bapak/Ibu penyuluh telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sumbawa, maka sampaikanlah kepada para petani di wilayah binaan untuk turut menyalurkan ZIS-nya melalui BAZNAS. Dengan demikian, manfaatnya akan lebih luas dan terarah,” pesannya.
Pesan tersebut disambut positif oleh para peserta yang hadir, mengingat peran penyuluh yang sangat dekat dengan masyarakat petani di tingkat desa. Dengan komunikasi yang intens, diharapkan penyuluh mampu menjadi jembatan dalam meningkatkan kesadaran berzakat di kalangan petani.
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang membahas berbagai tantangan di sektor pertanian serta peluang kolaborasi dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama sesi berlangsung.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sumbawa berharap dapat memperluas jangkauan sosialisasi serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya para penyuluh pertanian. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong optimalisasi pengelolaan ZIS serta memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor pertanian di Kabupaten Sumbawa.
