SUMBAWA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa kembali memperluas jangkauan manfaat zakat melalui program 100 Mustahik per Desa. Kali ini, masyarakat Desa Baturotok, Kecamatan Batulanteh, menjadi bagian dari penerima manfaat program yang menyasar warga mulai dari kawasan Puncak Baturotok hingga Dusun Kaduk.
Penyaluran bantuan berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, dengan dua lokasi penyaluran, yakni Masjid Jami Darussalam Desa Baturotok dan Masjid Baiturrahman Dusun Kaduk, Desa Baturotok. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kabupaten Sumbawa untuk memastikan manfaat zakat dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah yang berada jauh dari pusat perkotaan.
Penyaluran bantuan dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov., bersama Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si., Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si., Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si., Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, MHI., serta Kabid P3imas Pahriyadi, S.AP. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh amil pelaksana BAZNAS Kabupaten Sumbawa yang turut membantu proses penyaluran bantuan kepada para mustahil.
Program 100 Mustahik per Desa merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam memperluas pemerataan manfaat zakat. Melalui program ini, masyarakat yang masuk dalam kategori mustahik mendapatkan bantuan sebagai bagian dari upaya meringankan beban kehidupan mereka.
Kehadiran BAZNAS di Desa Baturotok memiliki makna tersendiri. Wilayah yang berada di kawasan perbukitan dengan kondisi geografis yang cukup menantang tidak menghalangi langkah BAZNAS untuk datang langsung menemui masyarakat penerima manfaat.
Penyaluran pertama dilakukan setelah salat Zuhur di Masjid Jami Darussalam Desa Baturotok. Para mustahik berkumpul untuk menerima bantuan yang disalurkan BAZNAS Kabupaten Sumbawa.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran BAZNAS juga menyampaikan pesan kepada para penerima manfaat agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terutama untuk memenuhi kebutuhan yang menjadi prioritas keluarga.
Setelah penyaluran di Baturotok, kegiatan kemudian dilanjutkan pada malam hari. Usai salat Isya, rombongan BAZNAS Kabupaten Sumbawa menuju Masjid Baiturrahman Dusun Kaduk untuk melanjutkan penyaluran bantuan kepada masyarakat penerima manfaat.
Penyaluran hingga Dusun Kaduk menjadi bagian dari semangat BAZNAS untuk memastikan manfaat zakat dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah. Jarak dan kondisi geografis tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Suasana kekeluargaan terasa dalam setiap rangkaian kegiatan. Pertemuan antara jajaran BAZNAS dengan masyarakat berlangsung sederhana namun penuh makna. Bagi para penerima manfaat, kehadiran BAZNAS tidak hanya menghadirkan bantuan secara materi, tetapi juga memberikan semangat dan rasa kepedulian.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov., menegaskan bahwa zakat merupakan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Menurutnya, program 100 Mustahik per Desa menjadi salah satu langkah konkret BAZNAS Kabupaten Sumbawa untuk memastikan zakat yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lainnya, khususnya mereka yang berada dalam kondisi membutuhkan.
Zakat memiliki kekuatan besar sebagai instrumen kepedulian sosial. Ketika dikelola dengan baik dan disalurkan secara tepat sasaran, zakat dapat membantu meringankan beban mustahik sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, BAZNAS Kabupaten Sumbawa terus mendorong agar penyaluran zakat tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kehidupan para penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Desa Baturotok, Edi Wijaya Kusuma, S.AP., menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Desa Baturotok.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan BAZNAS memberikan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran BAZNAS di Desa Baturotok juga dinilai menjadi bentuk kepedulian yang memberikan semangat kepada masyarakat. Bantuan yang diterima bukan hanya memiliki nilai secara materi, tetapi juga menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah tersebut tetap mendapatkan perhatian.
Rasa syukur juga disampaikan oleh para penerima manfaat. Ibu Saiti dan Ibu Hajar, yang mewakili masyarakat penerima bantuan, menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa serta seluruh muzaki yang telah menunaikan zakat dan mempercayakan pengelolaannya kepada BAZNAS.
Bagi para mustahik, bantuan tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti. Selain membantu memenuhi kebutuhan, penyaluran bantuan juga menghadirkan rasa syukur dan kebahagiaan bagi keluarga penerima.
Penyaluran bantuan di Desa Baturotok menjadi bagian dari rangkaian program 100 Mustahik per Desa yang terus dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Sumbawa di berbagai wilayah.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk memperluas manfaat zakat sekaligus memperkuat hubungan antara para muzaki dan mustahik melalui pengelolaan zakat yang amanah dan tepat sasaran.
Dari kawasan Puncak Baturotok hingga Dusun Kaduk, manfaat zakat kembali hadir di tengah masyarakat. Setiap bantuan yang disalurkan membawa pesan bahwa zakat yang ditunaikan masyarakat memiliki dampak nyata bagi kehidupan mereka yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Sumbawa akan terus menguatkan berbagai program pendistribusian dan pendayagunaan zakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.
Perjalanan penyaluran bantuan di Desa Baturotok menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak mengenal jarak. Dari muzaki, melalui amanah pengelolaan zakat, kemudian sampai kepada mustahik yang membutuhkan.
