Kegiatan BAZNAS

BAZNAS Sumbawa Hadiri Pertemuan TPKJM, Tegaskan Komitmen Dukung Penanganan ODGJB

🕒 15:03:45 WITA
⏱️ 5 menit baca
👁️ 40 kali dikunjungi

Sumbawa, 20 Agustus 2026 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya penanggulangan masalah kesehatan jiwa di Kabupaten Sumbawa dengan menghadiri Pertemuan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) Kabupaten Sumbawa, Kamis (20/8/2026), bertempat di La Grande Sumbawa Grand Hotel.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sumbawa diwakili oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Kehadiran BAZNAS dalam pertemuan tersebut menjadi bagian dari dukungan lintas sektor terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan masalah kesehatan jiwa, khususnya terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJB), termasuk persoalan pemasungan yang masih menjadi perhatian bersama.

Pertemuan TPKJM Kabupaten Sumbawa tersebut dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi terkait, serta berbagai unsur yang memiliki peran dalam penanganan kesehatan jiwa di daerah. Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi untuk menyatukan langkah, memperkuat sinergi, serta merumuskan strategi penanganan kesehatan jiwa yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Kegiatan diawali dengan laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, SKM., MPH. Dalam laporannya disampaikan berbagai hal berkaitan dengan kondisi kesehatan jiwa di Kabupaten Sumbawa, termasuk kebutuhan penguatan koordinasi lintas sektor dalam melakukan pencegahan, penanganan, pemantauan, dan pemberdayaan masyarakat terkait persoalan kesehatan jiwa.

Setelah laporan, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan arahan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan masalah kesehatan jiwa di Kabupaten Sumbawa.

Penanganan kesehatan jiwa tidak dapat dilakukan hanya oleh sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur pemerintahan, lembaga, organisasi, masyarakat, keluarga, hingga lingkungan sosial. Karena itu, keberadaan TPKJM menjadi penting sebagai wadah untuk memperkuat koordinasi dan memastikan penanganan persoalan kesehatan jiwa dilakukan secara terpadu.

Setelah sambutan dan arahan Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan materi Identifikasi, Upaya Pencegahan, dan Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa, terutama PASUNG, yang disampaikan oleh dr. Igantius Yulianus Jagson Bomba, Sp.KJ., dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa.

Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya identifikasi masalah kesehatan jiwa sejak dini, langkah-langkah pencegahan, serta upaya penanggulangan terhadap kondisi kesehatan jiwa berat. Persoalan pemasungan menjadi salah satu perhatian penting karena membutuhkan penanganan yang melibatkan aspek medis, sosial, keluarga, serta dukungan lingkungan.

Penanganan ODGJB membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kondisi kesehatan pasien, tetapi juga memperhatikan keluarga dan lingkungan tempat pasien berada. Dukungan lintas sektor menjadi penting agar proses penanganan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan pasien memperoleh kesempatan untuk mendapatkan perawatan serta kehidupan yang lebih layak.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan materi Monitoring, Evaluasi dan Pengembangan Sumber Daya Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa di Kabupaten Sumbawa yang disampaikan oleh H. Sarip Hidayat, SKM., MPH., selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai Peran Lintas Sektor, Pemberdayaan Masyarakat dan Advokasi Kebijakan dalam Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa yang disampaikan oleh Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa. Materi tersebut menegaskan bahwa persoalan kesehatan jiwa merupakan isu yang membutuhkan pendekatan bersama. Peran lintas sektor diperlukan untuk memperkuat kebijakan, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, serta memastikan penanganan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan hingga tingkat desa.

Pada sesi terakhir, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan komitmen pembahasan Surat Keputusan (SK) TPKJM Kabupaten Sumbawa yang dipimpin oleh dr. Abadi Abdullah, selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat.

Sesi diskusi menjadi ruang bagi para peserta untuk menyampaikan pandangan, masukan, serta komitmen masing-masing pihak dalam mendukung penguatan TPKJM Kabupaten Sumbawa. Pembahasan SK tersebut diharapkan dapat memperjelas peran dan tanggung jawab masing-masing unsur yang terlibat sehingga koordinasi penanganan masalah kesehatan jiwa dapat berjalan lebih efektif.

Keterlibatan BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam pertemuan TPKJM bukan merupakan hal yang berdiri sendiri. Sebelumnya, Wakil Ketua III BAZNAS Kabupaten Sumbawa telah ikut serta dalam kunjungan lapangan ke sejumlah titik di wilayah Kabupaten Sumbawa bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam satu tim untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah pasien yang mengalami pemasungan di beberapa wilayah Kabupaten Sumbawa. Kegiatan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat kondisi nyata yang dihadapi pasien dan keluarga sekaligus mengidentifikasi bentuk dukungan yang dapat diberikan oleh masing-masing pihak.

Dari kunjungan lapangan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sumbawa menyatakan kesiapan untuk berperan aktif dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJB) sesuai dengan kapasitas dan kewenangan BAZNAS.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari semangat BAZNAS untuk turut hadir dalam persoalan sosial kemasyarakatan yang membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama. Penanganan ODGJB, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan dan berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan, membutuhkan dukungan berbagai pihak agar proses penanganannya dapat berjalan secara optimal.

BAZNAS Kabupaten Sumbawa melihat bahwa penanganan masalah kesehatan jiwa juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Pasien dan keluarga tidak jarang menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi ekonomi maupun dukungan sosial. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi penting agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan.

Kehadiran BAZNAS dalam TPKJM sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan penanganan kesehatan jiwa yang lebih manusiawi, terpadu, dan berkelanjutan.

Melalui sinergi bersama Dinas Kesehatan, DPMD, Dinas Sosial, Bapperida, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai unsur lainnya, diharapkan penanganan ODGJB di Kabupaten Sumbawa dapat semakin terkoordinasi. Tidak hanya menangani pasien, tetapi juga memberikan perhatian terhadap keluarga, lingkungan sosial, serta upaya pemulihan dan pemberdayaan sesuai kebutuhan.

BAZNAS Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dalam berbagai persoalan sosial yang membutuhkan kehadiran dan kepedulian bersama. Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan melalui program-program yang tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan.

Pertemuan TPKJM Kabupaten Sumbawa di La Grande Sumbawa Grand Hotel menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan penanganan kesehatan jiwa yang lebih terintegrasi. Dengan keterlibatan lintas sektor dan dukungan masyarakat, diharapkan persoalan pemasungan dan masalah kesehatan jiwa berat di Kabupaten Sumbawa dapat ditangani secara bertahap dan berkelanjutan.

BAZNAS Kabupaten Sumbawa siap menjadi bagian dari gerakan bersama tersebut, dengan mengedepankan sinergi, kepedulian, dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda