Kegiatan BAZNAS

Pimpinan BAZNAS Sumbawa Hadiri Festival Ai Mangkung di Desa Jurumapin

🕒 14:16:58 WITA
⏱️ 5 menit baca
👁️ 31 kali dikunjungi

Sumbawa — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa menghadiri Festival Ai Mangkung yang digelar di Desa Jurumapin, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, Kamis, 17 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah Sumbawa.

Festival Ai Mangkung di Desa Jurumapin dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemerintah daerah. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., sebagai bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya dan penguatan identitas masyarakat Sumbawa. Pemerintah Kabupaten Sumbawa sendiri dalam sejumlah kegiatan kebudayaan menempatkan pelestarian tradisi lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas Tau Samawa.

Dari jajaran BAZNAS Kabupaten Sumbawa, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si., Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum, M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si., serta Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Dr. Supriyadi, SHI., MHI. Kehadiran pimpinan BAZNAS tersebut turut didampingi oleh staf amil pelaksana BAZNAS Kabupaten Sumbawa.

Keikutsertaan BAZNAS Sumbawa dalam Festival Ai Mangkung menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi dengan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat. Kehadiran tersebut juga menjadi bentuk perhatian terhadap berbagai kegiatan masyarakat yang memiliki nilai sosial dan budaya serta menjadi ruang berkumpulnya masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Festival Ai Mangkung tidak hanya menghadirkan kegiatan yang bersifat hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari ruang pelestarian tradisi lokal. Sebelumnya, masyarakat Desa Jurumapin telah melakukan persiapan melalui latihan kesenian tradisional Sakeco menjelang pelaksanaan Festival Ai Mangkung. Kesenian tersebut merupakan salah satu bentuk seni tutur masyarakat Samawa yang memiliki unsur syair, pesan moral, serta nilai-nilai kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.

Keberadaan festival budaya seperti Ai Mangkung menjadi penting di tengah perkembangan zaman yang terus berubah. Kegiatan semacam ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenali berbagai tradisi yang tumbuh dan berkembang di lingkungan mereka. Budaya lokal bukan hanya menjadi bagian dari identitas suatu daerah, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan sosial dan rasa memiliki terhadap daerah.

Dalam konteks masyarakat Sumbawa, kebudayaan memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial masyarakat. Berbagai kesenian, tradisi, dan nilai lokal menjadi bagian dari perjalanan panjang Tau Samawa dalam membangun kehidupan yang menjunjung kebersamaan, penghormatan terhadap sesama, serta hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar.

Kegiatan Festival Ai Mangkung juga menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu ruang kebersamaan. Kehadiran pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku seni, serta masyarakat secara umum menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Buer Sri Sastra Dewi, S.Pd. turut menyampaikan sambutan. Kehadiran pemerintah kecamatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan festival dan upaya menjaga keberlangsungan kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan budaya dan tradisi lokal.

Festival Ai Mangkung juga memperlihatkan bagaimana desa dapat menjadi ruang penting dalam pengembangan dan pelestarian kebudayaan. Desa tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kehidupan sosial masyarakat, tetapi juga memiliki kekayaan tradisi dan kesenian yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari identitas daerah.

Bagi BAZNAS Kabupaten Sumbawa, menghadiri kegiatan masyarakat seperti Festival Ai Mangkung juga memiliki makna tersendiri dalam membangun komunikasi dan silaturahmi. BAZNAS tidak hanya menjalankan fungsi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga terus membangun hubungan kelembagaan dengan berbagai unsur masyarakat dalam rangka memperkuat kepedulian dan kebersamaan.

Semangat kebersamaan yang terlihat dalam Festival Ai Mangkung memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai sosial yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kepedulian terhadap sesama, gotong royong, kebersamaan, dan semangat saling membantu merupakan nilai yang dapat terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat.

Di sisi lain, keberadaan kegiatan budaya juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas. Ketika tradisi dan kesenian lokal mendapatkan ruang untuk tampil, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengenalkan kekayaan budaya yang mereka miliki sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap identitas daerah.

Pelaksanaan Festival Ai Mangkung di Desa Jurumapin juga menunjukkan adanya upaya untuk menjaga agar kesenian daerah tetap memiliki ruang dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut terlihat dari adanya pertunjukan kesenian daerah Sumbawa yang menjadi bagian penutup rangkaian kegiatan.

Pertunjukan kesenian daerah Sumbawa tersebut menjadi penanda bahwa festival tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan panggung bagi kekayaan seni dan budaya lokal. Kesenian daerah menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan budaya karena di dalamnya terdapat nilai sejarah, ekspresi masyarakat, serta pesan-pesan kehidupan yang diwariskan melalui berbagai bentuk pertunjukan.

Penutupan melalui pertunjukan kesenian daerah Sumbawa sekaligus menghadirkan suasana yang semakin meriah bagi masyarakat yang hadir. Seni dan budaya menjadi medium yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan sekaligus memberikan ruang apresiasi terhadap para pelaku seni daerah.

Kehadiran BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat terus memperkuat hubungan dengan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa. Silaturahmi yang terbangun melalui kegiatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas komunikasi dan membangun kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Festival Ai Mangkung di Desa Jurumapin pada akhirnya menjadi salah satu gambaran bagaimana kebudayaan lokal dapat terus dihidupkan melalui kegiatan bersama. Dukungan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, pelaku seni, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan kesenian daerah.

Bagi Kabupaten Sumbawa, keberagaman tradisi dan kesenian merupakan kekayaan yang memiliki nilai penting dalam membangun identitas daerah. Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan menjaga bentuk kesenian dan tradisi, tetapi juga dengan memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap dikenal dan dipahami oleh masyarakat.

BAZNAS Kabupaten Sumbawa terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, membangun silaturahmi, serta mendukung terciptanya kehidupan sosial yang kuat melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan. Kehadiran pimpinan dan staf amil pelaksana BAZNAS dalam Festival Ai Mangkung menjadi bagian dari semangat tersebut.

Dengan terlaksananya Festival Ai Mangkung di Desa Jurumapin, Kecamatan Buer, diharapkan berbagai kesenian dan tradisi Sumbawa dapat terus mendapatkan ruang untuk berkembang. Semangat menjaga budaya, memperkuat kebersamaan, dan membangun kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam perjalanan masyarakat Sumbawa menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.

Rekomendasi Untuk Anda