Mataram – BAZNAS Kabupaten Sumbawa mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Program MAHYANI dan Z-KUP Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh BAZNAS kabupaten/kota se-NTB untuk melakukan evaluasi program pemberdayaan sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan desa berdaya berbasis zakat.
Mengusung tema “Penguatan Program Desa Berdaya Berbasis Zakat: Sinergi Pemerintah Provinsi dan BAZNAS Menuju NTB Makmur Mendunia”, Rakernis dirangkaikan dengan peluncuran Program Pemberdayaan BAZNAS NTB Tahun 2026 sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pengelolaan zakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Ketua BAZNAS Provinsi NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal Murad, Direktur Utama BPR NTB, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan dan pengurus BAZNAS kabupaten/kota se-NTB, serta ratusan peserta dan penerima manfaat program pemberdayaan BAZNAS.
Dari BAZNAS Kabupaten Sumbawa hadir secara lengkap jajaran pimpinan, yakni Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov., Wakil Ketua I Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Si., Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si., Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Ma.Pd., S.D., Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, S.Pd., M.Si., serta Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I.
Sebagai bagian dari agenda Rakernis, seluruh pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan laporan evaluasi pelaksanaan Program MAHYANI dan Z-KUP Tahun 2025. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov. memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan program di Kabupaten Sumbawa, meliputi capaian program, hasil pendampingan kepada para penerima manfaat, berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, serta strategi penguatan program pemberdayaan agar semakin efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Dalam presentasinya, Ketua BAZNAS Sumbawa menjelaskan bahwa implementasi Program MAHYANI dan Z-KUP di Kabupaten Sumbawa menunjukkan perkembangan yang positif. Program pemberdayaan tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan modal usaha, tetapi juga disertai pendampingan, pembinaan, monitoring, dan evaluasi secara berkala sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha para penerima manfaat.

Menurutnya, keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak hanya diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan kualitas hidup mustahik yang semakin mandiri secara ekonomi. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan penerima manfaat yang produktif, memiliki daya saing, serta secara bertahap dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri menegaskan bahwa BAZNAS merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan.
Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh langsung kelompok rentan dan mustahik.
"BAZNAS merupakan mitra strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan. Sinergi ini harus terus diperkuat agar manfaat zakat semakin luas dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.A., menjelaskan bahwa BAZNAS NTB membangun sinergi strategis menuju ekosistem Desa Berdaya yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan melalui lima pilar pemberdayaan, yakni ekonomi, vokasi, pendidikan, kesehatan, dan desa.
Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi strategi penting agar dana zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Hasil evaluasi program menunjukkan dampak yang signifikan. Pendapatan bulanan penerima manfaat meningkat rata-rata 150 hingga 200 persen setelah mengikuti program pemberdayaan," katanya.
Peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa program-program pemberdayaan yang dijalankan BAZNAS telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi mustahik sekaligus mendorong lahirnya masyarakat yang lebih mandiri dan produktif.
Rakernis ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik-praktik terbaik antar-BAZNAS kabupaten/kota dalam mengembangkan program pemberdayaan berbasis zakat. Melalui forum tersebut, masing-masing daerah saling bertukar gagasan dan strategi guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di wilayahnya.
Bagi BAZNAS Kabupaten Sumbawa, keikutsertaan dalam Rakernis ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola program pemberdayaan, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan manfaat zakat yang semakin luas bagi masyarakat.
Melalui semangat kolaborasi yang terus dibangun, BAZNAS Kabupaten Sumbawa optimistis dapat terus mengembangkan berbagai program pemberdayaan yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan sehingga zakat benar-benar menjadi instrumen pembangunan sosial dan ekonomi umat. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan NTB Makmur Mendunia melalui pengelolaan zakat yang amanah, profesional, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
