Sumbawa Besar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa terus memperluas kolaborasi dengan berbagai organisasi profesi sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Maksimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Dana ZIS bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumbawa yang berlangsung di Meeting Room BAZNAS Kabupaten Sumbawa pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, didampingi jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan Dr. M. Ikhsan Safitri, M.Pd., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Lukman Hakim, S.H., M.Si., Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan Indah Setia Ningsih, S.E., serta Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum M. Lutfi Makki, S.Sos.I. Turut hadir Sekretaris BAZNAS Kabupaten Sumbawa Dr. Supriyadi, S.Sos.I., M.Si.
Dari pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sumbawa hadir Ketua IDI Cabang Sumbawa dr. Rahmat Ansyori, Sp.PK., M.M.Inov, didampingi dr. Herumanuddin, Sp.GK., dr. Nilam Sari, dr. Dwi Yulianna Ayuni, M.M.R., dr. Ivan Aprian Akbar, dan Munifa Basumbul.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Kedua belah pihak membahas berbagai strategi untuk mengoptimalkan potensi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di kalangan profesi dokter serta tenaga kesehatan, sekaligus memperkuat sinergi dalam pendayagunaan dana ZIS untuk mendukung program-program sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Sumbawa.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan bahwa profesi dokter merupakan bagian penting dari elemen masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, sinergi antara BAZNAS dan IDI diharapkan dapat memperkuat budaya berzakat sekaligus memperluas manfaat dana ZIS bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran BAZNAS Kabupaten Sumbawa juga memaparkan perkembangan pengelolaan dana ZIS beserta berbagai program unggulan yang telah dijalankan, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah, dan kemanusiaan. Program-program tersebut dirancang untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan melalui pendekatan pemberdayaan sehingga mustahik dapat tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri.
Selain membahas optimalisasi pengumpulan ZIS, rapat koordinasi juga secara khusus mendiskusikan Program Rumah Singgah BAZNAS Kabupaten Sumbawa di Kota Mataram yang baru saja diresmikan. Rumah Singgah tersebut dihadirkan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat Kabupaten Sumbawa yang harus menjalani pengobatan lanjutan atau mendampingi anggota keluarga yang dirawat di berbagai rumah sakit rujukan di Kota Mataram.
Dalam diskusi tersebut, BAZNAS Kabupaten Sumbawa memaparkan konsep pelayanan Rumah Singgah sebagai fasilitas sementara yang memberikan tempat tinggal yang layak, nyaman, dan gratis bagi mustahik serta keluarga pasien selama menjalani proses pengobatan. Keberadaan Rumah Singgah diharapkan mampu mengurangi beban biaya akomodasi yang selama ini menjadi salah satu kendala bagi masyarakat kurang mampu ketika harus berobat ke luar daerah.
Pihak IDI Cabang Sumbawa menyambut baik kehadiran Rumah Singgah BAZNAS tersebut. Menurut mereka, fasilitas ini merupakan bentuk inovasi pelayanan sosial yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya pasien rujukan dari Kabupaten Sumbawa. IDI juga memandang bahwa keberadaan Rumah Singgah akan memberikan dampak positif terhadap proses pelayanan kesehatan karena keluarga pasien memiliki tempat singgah yang aman dan layak selama masa pengobatan.
Ketua IDI Cabang Sumbawa, dr. Rahmat Ansyori, Sp.PK., M.M.Inov, menyampaikan apresiasi atas langkah BAZNAS Kabupaten Sumbawa yang terus menghadirkan program-program kemanusiaan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Ia berharap sinergi antara BAZNAS dan IDI dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam pengumpulan dana ZIS, tetapi juga dalam mendukung berbagai program kesehatan, pelayanan sosial, serta edukasi kepada masyarakat.
Melalui rapat koordinasi ini, kedua lembaga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan dana ZIS. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi para dokter dan tenaga kesehatan dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, sekaligus mendukung berbagai program kemanusiaan, termasuk pengembangan layanan Rumah Singgah BAZNAS sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan berbasis zakat.
BAZNAS Kabupaten Sumbawa meyakini bahwa keberhasilan pengelolaan zakat memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi profesi. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, zakat dapat menjadi instrumen yang semakin efektif dalam mendukung pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan sosial bagi masyarakat Kabupaten Sumbawa.
Sebagai penutup, BAZNAS Kabupaten Sumbawa mengajak seluruh dokter, tenaga kesehatan, aparatur sipil negara, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Amanah para muzaki akan dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga mampu menghadirkan manfaat yang luas serta menjadi ikhtiar bersama dalam mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang lebih sejahtera, sehat, dan berkeadilan.
